![]() |
| Foto: Tampak pemandangan gua Ngrancangan di Kabupaten Kubu Raya |
Gua ngrancangan yang berukuran kurang lebih 6 m x 4 m tinggi 2m di dalamnya terdapat suatu tempat ritual dengan penyangga dupa berbentuk ompak dan di dalamnya ada lubang-lubangnya.
Apabila dilihat dari luar sangat nyaman untuk bersebunyi karena tertutup oleh ranting ranting juga akar akar pepohonan. Jaman dulu ada batu yang menutupi gua tersebut. batu yang dilingkari akar, batu tersebut dengan lebar 4 m tebal 4 cm.
Gua Ngrancangan disebut Ngrancang Kencono, dalam kisahnya gua ini ditemukan sekitar abad ke 12 ketika pengembaraan.
Dewi Songgo langit (Dewi Sekartaji) melakukan perjalanan dari ponorogo menuju Kabupaten Kediri. Dewi sekartaji beristirahat di gua tersebut sekaligus melakukan ritual memohon pada sang pencipta alam semesta.
Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan ritualnya sang putri Dewi Songgo langit (Dewi Sekartaji) dengan melihat mata batinnya bahwa keadaan kabupaten Kediri telah terjadi perang saudara kahuripan dan jenggolo manik.
Untuk memastikan bahwa peperangan itu ada atau tidak Dewi sekartaji mengutus telik sandi. Telik Sandi telah berangkat menuju ke Jenggolo Manik sesampainya di sana melihat bahwa Jenggolo Manik dan kahuripan telah benar terjadi perang saudara.
Telik Sandi kembali menghadap Dewi sekartaji menceritakan bahwa jenggolo manik dan kahuripan telah terjadi perang saudara.
Dewi Sekartaji tetap singgah untuk sementara waktu sambil menunggu kahuripan dan jenggolo manik damai.
Setelah damai kahuripan dan jenggolo manik Dewi sekartaji melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kediri atau ke Jenggolo Manik.



